Mendemo Demo

Dari SMA saya dikenal teman-teman sebagai orang yang “politis”, maksud mereka mungkin karena saya gemar memperhatikan dan membahas peristiwa-peristiwa politik, yang menurut saya sebenarnya perlu istilah yang lebih tepat. Karakter saya ini bagai gayung bersambut saat saya berkuliah di Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, anggap saya pembahasan mengenai politik baik domestik atau internasional merupakan meat and potato disana, walaupun selepas kuliah saya pernah mencoba menjadi mas-mas artsy merangkap hotohraher dan hideohraher untuk menjauhkan kemuakan saya terhadap dunia politik Indonesia 2013-2014, tampaknya karakter ini susah dihilangkan, salah satunya untuk sambat soal peristiwa-peristiwa politik di Indonesia.

Saya ingat dulu sekali dalam suatu mata kuliah mas dosen muda bertanya, kenapa kaum komunis dan sosialis disebut sebagai kaum kiri? Pertanyaan yang sebenarnya sekedar gojekan karena memang tidak pernah ada yang menyadarinya untuk mempertanyakannnya. Tapi kemudian dalam suatu lingkungan pembelajaran yang kritis dan serius, gojekan pun terjawab juga, ternyata disebut kiri karena di Perancis dahulu para politisi yang berpandangan sosialis/komunis akan duduk di sebelah kiri ruangan, dari situlah muncul istilah kaum kiri.

Kini beberapa tahun kemudian, muncul kembali pertanyaan gojekan: Kenapa FPI demo? Pertanyaan yang sepatutnya tidak usah dipertanyakan karena jawabannya sudah sliweran di linimasa facebook saya. Mulai dari membela agama, hingga konspirasi jokowi. Jawaban yang sebenarnya terlalu serius karena bagi saya jawaban yang paling patut adalah: “karena di indonesia demo masih diijinkan”.

Kenapa di indonesia masih boleh demo? Karena Indonesia dalam forum internasional masih berlagak sebagai negara demokratis, ada kebebasan berbicara, berpendapat, berkumpul, dan berserikat. dan bukankah makhluk bernama “demokrasi” ini yang justru kerap dilabeli sebagai makhluk terkutuk bentukan amerika dan yahudi? (fyi: sebenarnya terbentuknya di Yunani, jauh sebelum The Great Uncle Sam). Ini sebuah ironi karena kaum-kaum yang tidak setuju dengan sistem demokrasi sedang memanfaatkan salah satu fasilitas demokrasi!

Tapi ini bukan hal baru, sebelumnya telah banyak aksi-aksi lain yang lebih lucu, misalnya yang sering dilakukan teman-teman yang berdemo untuk menghapuskan sistem demokrasi. Bingung? saya awalnya juga bingung, tapi kemudian tidak, saya justru sedang merasa lucu. Demokrasi sering dipandang sebagai sebuah sistem biadab dalam kerangka fallacy (kecacatan logika). “Lihat itu, negara yang menganut sistem demokrasi malah masyarakatnya sering demo karena merasa tidak puas dengan pemerintahnya, bandingkan dengan negara lain dengan sistem X, Y, dan Z, tidak ada yang demo”. Lalu dengan cacat mengambil kesimpulan bahwa sistem X, Y, dan Z adalah sempurna karena masyarakatnya selalu diam, ayem, tidak ribut, dan semua itu dilihat dari layar monitor yang entah berapa ribu kilometer jauhnya. Kecacatan ini sama dengan orang yang baru saja mencampur tiga gelas air dengan ciu, vodka, dan mason di masing-masing gelas, kemudian menyipulkan bahwa rasa mabuk adalah karena air!

Boleh dibilang bodohnya kita masih harus bersyukur apabila FPI masih turun kejalan dan mendemo siapapun yang mereka suka, justru kita harus khawatir kalau tiba-tiba mereka tidak boleh melakukannya. Anarkis? Indonesia juga punya hukum, logika pendek, ada perbedaan antara demo mengemukakan pendapat dengan merusak properti orang dan melakukan tindakan-tindakan merugikan lainnya.

“Tapi bukankah organisasi seperti FPI justru sering melarang orang-orang untuk berpendapat, berkumpul, dan berserikat? Seperti Insiden MONAS, penutupan tempat ibadah, dan intimidasi terhadap kelompok-kelompok tertentu?”

Nah itu, lucunya disitu.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s