Jangan Kamu Terlalu Cepat Nganu

Mungkin masih agak nyambung dengan sambatan yang kemarin, topik hari ini adalah tentang pencapaian vs tanggung jawab.
Sambatan ini berakar dari pertemuan kangen-kangenan saya dengan mantan seorang sahabat yang dibilang sudah lama nggak ketemu juga enggak, tapi dibilang baru berpisah sebentar juga enggak.
Dari perspektif saya, kami sama-sama orang biasa, dengan hak dan kewajiban yang sama. Kami tidak memiliki keunggulan mutlak antara satu dan lain,  pengalaman hidup dan karakter kami pun mirip-mirip, terlebih lagi soal selera wanita, 11-12 lah.
Tapi kini kami hidup dalam dua dimensi yang berbeda. Yang satu disini, yang satu disana. Hanya dipertemukan oleh keseloan dan keisengan, karena kalau mau jujur, kaliber saya jauh dibawah kawan saya ini.
Terkait tulisan sebelumnya bahwa saya dan dia mengambil sebuah pilihan yang berbeda dimana pilihan yang kami ambil ternyata memberikan dampak begitu besar bagi kehidupan kami selanjutnya.
Kadang kita merasa terjebak dalam sistem yang membuat seakan-akan kita tidak bisa lagi memilih, hingga muncul kalimat “udah lah, toh ini juga bagus” atau “gaji di jogja ya memang segini, mau gimana lagi”. Tapi apakah kalimat-kalimat ini yang diutarakan oleh orang-orang yang sekarang jadi panutan? Mungkin iya, mungkin tidak, karena saya juga tidak begitu peduli. Saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri, bahwa beberapa batasan dalam pilihan hanyalah garis imajiner yang membuat pilihan itu hanya terbagi menjadi dua, mau sukses, atau mau kayak gitu-gitu aja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s