When Life Gives Her Lemons

Bukan bermaksud menggoda yang sedang puasa.

Bukan bermaksud menggoda yang sedang puasa.

When life gives you lemons adalah suatu ungkapan yang bisa berarti saat dimana ada sesuatu yang tidak anda inginkan terjadi pada hidup anda, dan biasanya diikuti dengan make lemonade, yang berarti ubahlah sesuatu yang anda tidak inginkan terjadi pada hidup anda itu menjadi sesuatu yang baik. Mungkin asal  katanya adalah dimana lemon itu sepet, kecut, pokok e tidak enak, menjadi es lemon yang manis, seger, dan ndemenake.

Tapi tentu untuk merubah lemon jadi es lemon ini butuh tambahan bahan dan juga usaha. Bahan-bahannya ya air, gula, es, kalau bisa ditambah soda sekalian, dan usahanya ya meres, ya ngaduk, ya macem-macem. Terlebih lagi  saat proses ngincipi, bisa jadi es lemonnya kurang manis, kelegen, kelewat kecut, es nya kurang, dan sebagainya yang intinya anggap saja tidak bisa sukses hanya dari satu percobaan saja.

Tulisan ini berawal dari twit share-share-an blog mbak-mbak yang menjadi inspirasi saya dalam menjalani hidup yang jauh dari kata ideal ini (terutama berat badan) dimana mbak-mbak ini menjadi inspirasi saya karena saya melihat hidupnya sangat sempurna, bagi saya tentunya. Ibaratnya jadwal trem, mbak-mbak ini selalu mak tes-tes-tes, tidak pernah mengecewakan calon penumpang, itu yang saya lihat sejauh ini.

Saya asumsikan bahwa mbak-mbak ini adalah sesosok makhluk yang diciptakan tuhan saat moodnya sedang bagus, dikasih cantik, dikasih pinter, dikasih bakat, pokok e dikasih macem-macem yang bagus-bagus. Ibarat properti, nilai investasinya tinggi.

Tapi kemudian saya semacam “lha ndes?” saat mulai stalking akun-akun media sosial dan media publikasi dari mbaknya, berbekal koneksi internet yang kalau sudah lewat tengah malam kecepatannya jadi oke pula.

Ternyata mbaknya bisa galau juga, dan ternyata galaunya tidak jauh beda dengan galau-galau ndak penting yang selama ini juga saya alami, ya galau pacar, ya galau kuliah, ya galau kerjaan, ya galau ini-itu. Dan kemudian pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana bisa mbaknya tampak begitu perfek padahal ternyata galaunya cuma 11-12 dengan galau yang juga saya alami. Dan analisa saya sejauh ini adalah she made a lemonade.

Tampaknya mbaknya ini memang sudah top-markotop untuk menjadi sumber inspirasi, segala problematika yang dihadapinya dibuat menjadi motivasi dan batu loncatan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Singkat kata, mbaknya tidak fokus pada masalah, tapi fokus pada solusi, istimewa.

Mungkin saya harus telan sendiri kalimat yang dulu pernah saya ungkapkan dengan susah payah kepada seseorang saat awal-awal kuliah, you are not the fish in the bowl, maybe you are, but instead focus about the bowl and its problem, why don’t you create your own bowl. The world is not a static place, its dynamic, it’s changed, people change the world, and you should be that people who change the world.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s