Akhirnya Malah Lupa Mau Nulis Apa

writingTulisan ini saya buat dengan bayang-bayang beberapa tanggungan yang belum diselesaikan. Berawal dari kemarin diluar kebiasaan saya bisa tidur sebelum jam 11 malam, dan akhirnya tadi pagi bagun jam 2.30 karena sepertinya badan saya sudah mengatakan “cukup”. Untuk beberapa menit pertama saya sempat mencoba untuk kembali tidur. Tapi kemudian saya memutuskan untuk sarapan. Karena sisa waktu sebelum memulai aktivitas masih lumayan banyak akhirnya diluar kebiasaan (lagi) daripada mencari sarapan diluar saya memutuskan untuk masak sendiri, bukan sesuatu yang tidak pernah lakukan, cuma jarang-jarang saya lakukan pagi-pagi seperti ini.


Kebetulan menu hari ini nasi goreng. Bukan sesuatu yang instant, tapi hanya membutuhkan sedikit lebih banyak waktu dari mi instant, dan di jeda waktu antara minyak dari dingin menjadi panas, hingga bumbu meresap, dan telur menjadi keras tanpa membuat kuningnya matang sepenuhnya, ada beberapa menit yang membuat otak saya memutuskan untuk memulai aktivitas lebih awal dari biasanya.

Kebetulan sekarang hari apa saya lupa, tapi saya ingat bahwa saya sudah melewatkan beberapa minggu di hari jumat, hari sakral bagi saya untuk membuat blog yang kebanyakan isinya cuma sambat ini jadi sedikit lebih berwibawa. Sesuai jadwalnya, hari jumat ada dua photography challenge dari Cee dan Daily Post, sesuatu yang sudah setengah tahun saya lakukan setelah dikenalkan teman saya yang photographer tapi ngakunya barista kopi sachetan. Saya ada beberapa gambar yang memang belum saya keluarkan dari kamera. belum di edit-edit sedikit biar makin mantap (menurut saya), dan belum pula dicocokan sama challenge minggu ini.

Tapi kemudian nyambung dengan upload blog, saya ingat kemarin sempat mau sambat tapi akhirnya lupa mau sambat apa, dan sesuai SOP saya soal sambat (kebetulan saya cukup rutin sambat, sampai harus dibikinkan SOP supaya tidak menjadi ancaman bagi umum), kalau saya kemudian lupa, berarti tidak perlu untuk disambatkan, karena itu hanya emosi sesaat seperti saat lihat adek-adek SMA yang manis-manis pating sliwer di pagi hari. Cuma kok rasanya seperti ada yang hampir mbludak kemudian sempat ingat apa yang mau disambatkan.

Akhirnya saya mulai mengingat-ingat kembali secara pasti apa yang hampir saya sambatkan sebelumnya, perlahan beberapa mulai teringat kembali, saya pikirkan satu-persatu kira-kira mau nulis apa, termasuk sejauh apa suatu hal akan disambatkan, karena jangan sampai setelah sambat hasilnya bukan lega tapi malah malu-maluin. Termasuk pula pertimbangan tentang konflik batin apakah akan terus sambat di blog ini atau bikin satu lagi khusus untuk sambat sementara yang ini untuk pencitraan, pamer karya, motivasi, dan sebagainya yang lebih bermanfaat dan lebih tidak malu-maluin.

Selesai sarapan, dilanjut ritual hisap sebatang rokok, otak mulai berpikir lagi, seperti ingat dulu jarang sekali merokok sendirian, merokok kalau ada teman, kalau tidak ada ya tidak merokok. Kepala mulai absen teman-teman merokok di kala dulu, ada yang sudah jarang ketemu, ada yang sudah pensiun, dan sebagainya.

Dan kemudian saya malah lupa tadi mau nulis apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s