Kopi dan Pengalaman Spiritual Yang Tidak Terlalu Spiritual

coffee-3Saya sering mendengar atau membaca tentang “pengalaman spiritual” dimana orang-orang menemukan suatu pengalaman yang luar biasa yang mengubah kehidupan mereka. Biasa terjadi dalam event-event luar biasa, semisal permasalahan, pernikahan, perantauan, atau bahkan persemedian.

Saya pun kalau mau golek-golek bisa menceritakan “pengalaman spiritual” versi saya, dengan jalan cerita yang “wah” yang saya buat-buat agar orang terkesan. Namun jika saya berusaha jujur, banyak pengalaman spiritual saya yang baru-baru ini terjadi melalui event-event yang sebenarnya “biasa saja”, bahkan kalau saya tidak cukup selo atau tidak cukup bermasalah, saya tidak akan ambil pusing hingga menulisnya disini.

Mungkin sudah hampir tiga tahun saya tidak minum kopi atas kemauan saya sendiri tapi sekitar sebulan lalu, saya dipaksa oleh keadaan (dan kepenasaran) untuk minum dua gelas kopi ter-keras yang pernah saya rasakan dalam satu malam. Yang pertama adalah kopi arabica racikan Mas Aan dari Kantin S15, Kopinya lucu, mengendapnya di atas dan baru turun kalau diaduk. Dan yang kedua adalah kopi hitam racikan MJ Cafe, berselang 4 jam setelah Kantin S15, karena saya ada urusan dengan seseorang disana dan ditawari untuk pesan minum, tidak se-unik racikan Mas Aan, tapi terasa lebih lembut dilidah, cuma dari aromanya saja sudah cukup untuk membayangkan efeknya kelak.

Semalaman saya tidak bisa tidur, dan memang saya tidak mencoba untuk tidur, badan saya ingin diam, tapi kepala saya seperti mesin yang terlanjur panas, lagi enak-enaknya dibuat jalan. Seperti kuda jingkrak di event rodeo pikiran saya kesana-kemari, yang tidak perlu dipikirkan pun jadi dipikirkan.

Oke, mungkin bagi orang-orang yang sudah biasa memulai hari dengan secangkir kopi sembari mengumpulkan nyawa yang tercecer di peraduan, atau kalian para eksekutif muda yang kemana-mana menenteng gelas Starbucks supaya terlihat lebih kekinian, saya terlalu berlebihan. Baru dikasih dua cangkir kopi dalam semalam saja sudah bilang pengalaman spiritual.

Tapi disini saya berusaha jujur, Dua gelas kopi yang saya minum saat itu bekerja dengan cara yang sangat rumit, saya bisa merasakannya tapi akan sangat susah menjelaskannya, kafein membangkitkan memori tentang seorang maniak kopi yang dulu pernah mewarnai hidup saya, bercampur aduk memberikan suatu rasa tersendiri.

Kemudian tidak jauh dari hari itu, di burjo langganan saya di Alamanda, saya memesan nescafe classic, dingin, tanpa gula. Sebagai pengingat tentang dia yang dulu sering memesankan itu untuk saya. Sekaligus sebagai penyemangat sebelum menemui tiga bapak-bapak yang akan segera menentukan nasib saya kemudian. One down, one more to go.. 

Mungkin intisari dari pengalaman spiritual yang saya alami ini adalah you can run but, you’ll only die tired. Saya ingat dulu saya begitu menyukai kopi, tapi saat tidak lagi bersamanya, saya memutuskan lari dengan tidak lagi memesan kopi. Keputusan yang sekarang saya akui, salah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s