Cuma kepiting yang jalannya kiri-kanan tapi sampai tujuan

christmas-island-red-crab_24694_600x450Bagi saya, di depan tuhan dan di hadapan tantangan, semua orang sama. Saya memiliki beberapa kawan yang sangat target-oriented atau entah bagaimana menyebutnya, orang-orang yang tahu betul apa yang mereka inginkan dan kapan mereka bisa mendapatkannya. Saya kira setiap detik dari hidup mereka tidak ada yang sia-sia, semua didedikasikan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah mereka rencanakan, dan saya kira para kawan saya (sampai detik ini) telah berhasil menyelesaikannya.

Disisi lain saya bukan orang yang menetapkan target atau mengejar pencapaian, saya hanya melakukan apa yang bisa dilakukan, mungkin itulah yang membuat saya disorientasi dan memiliki karakter jangan-sampai-ada-jeda saya tidak memiliki tujuan yang pasti, alokasi waktu saya pun itu-itu saya, hanya menunggu datangnya ‘sesuatu yang harus dilakukan”, “bagaimana cara melakukannya”, dan “kapan yang dilakukan itu harus selesai”, jika salah satu saja komponen dalam tiga karakter “hal yang harus saya lakukan” itu hilang, maka sudah pasti hasilnya akan mengecewakan (saya berusaha jujur disini), meskipun saya bukan penunda, tapi saya ahli dalam tidak-menyelesaikan-sesuatu-kalau-belum-dioyak-oyak.

Namun tentu tuhan tidak adil jika hanya memberikan satu hal tanpa memberikan pula sesuatu untuk mengimbanginya, dan bagi saya, kompensasi dari ke-tidak-mutu-an saya diatas adalah kemampuan saya untuk beradaptasi dengan cepat. Tidak hanya dalam hal lingkungan, tapi juga dalam hal “apa yang harus saya lakukan”. Saya telah melakukan beberapa sampingan, dan tidak ada satupun dari mereka yang sebidang antara satu dengan yang lainnya, saya pernah menjajal dunia akademik, saya pernah menjajal dunia IT, saya pernah menjajal dunia politik, saya pernah menjajal dunia jual-beli, dan saya sedang menjajal dunia fotografi, disamping studi saya yang entah kapan. Bagi yang suka teori konspirasi atau bahasa belandanya, utak-atik gatuk mungkin bisa segera mencari korelasi antara hal-hal tersebut misalnya korelasi antara dunia akademik dengan bidang fotografi, yaitu dengan menciptakan akun Instagram UGM CANTIK (golek o dewe, ra meh tak link-ke, ndak kesenengen kowe), tapi (lagi-lagi saya berusaha jujur) tidak.

Sehingga masuk dalam sebuah kesimpulan disaat teman-teman saya yang orang-orang hebat itu maju kedepan, yang saya lakukan justru ke kiri-kanan, pating plenjah. Menyenangkan di awal dan di tengah, karena berbagai bidang berarti beragam pengalaman dan dunia baru, tapi sakit di akhir, hingga mengambil kesimpulan bahwa dalam sekian tahun belakangan, saya belum kemana-mana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s