Bukan Masalah Apa yang Kita Lakukan

image

udang-udang ini tampak tidak ceria seperti biasanya

Belakangan ini saya sedang krisis kepercayaan diri laksana abege SMA yang sedang imut-imutnya. Setelah melalui sebuah pertapaan yang dalam yang kemudian lumayan dapat dituangkan dalam tulisan kemarin. Bahwa saya sedang berada di posisi ibarat seorang tokoh protagonis dalam sinetron religi sebelum hidupnya diubah melalui ceramah singkat dari Pak Ustad yang isinya sebenarnya normatif dan sudah sering dibahas dalam pelajaran PPKN, dimana hal ini lumayan membuat saya ingin beralih profesi jadi wanita karir.

Beberapa hari belakangan, alih-alih berkonsultasi dengan mantan pacar saya yang calon psikolog  Saya menghabiskan banyak waktu untuk mengunjungi bekas kantor saya yang terletak di wilayah Gamping, Sleman. Bukan karena Pak Bos memanggil saya untuk tender bernilai milyaran tapi bandrekan mentok di ratus ribuan, tapi karena saya sedang butuh ngungsi dari riuhnya hiruk-pikuk kota Jogja, terutama kawasan Bulaksumur, yang menyimpan berjuta kenangan dan satu tanggungan.

Meskipun team waktu saya ngantor dulu sudah kembali ke kehidupan masing-masing, disini masih tersisa Bu Shinta, yang karena satu dan lain sebab masih ada di tempat ini. Pada awalnya keseringan saya untuk mengunjungi Gamping berawal dari simbiosis yang tercipta antara saya dan Bu Shinta. Beliau suka masak, dan saya suka makan, terlebih lagi masakan Beliau enak-enak. Kadang pun saya diminta tolong untuk membenahi beberapa hal atau mengantarkan beliau untuk mengontrol bisnis tambaknya yang nun jauh di sana.

Namun belakangan ini, sesuai dengan topik yang lagi hot di blog ini, yaitu “sambat”, Beliau sering menjadi target aksi saya, tapi disini Beliau menunjukan kualitasnya, meskipun dihimpit oleh kesibukan yang luar biasa, Beliau masih mau mendengarkan keluh kesah saya (setidaknya sejauh ini, karena saya yakin semua orang punya batas kesabaran). Kadang pula memberi nasehat terselubung dengan menceritakan pengalaman hidupnya sendiri atau dikemas dalam perbincangan mengenai beberapa teman dalam team (kadang juga murni ghibah/gosip hal yang juga saya ahli melakukannya).

Mungkin sudah dua-tiga kali saya menuangkan segala keluh kesah saya kepada Beliau, dan beliau masih tetap sabar menghadapi saya. Hingga dua hari yang lalu, beliau mengajak saya untuk membantu dalam kegiatan panen tambak di tempat nan-jauh itu. Saya pun mengiyakan ajakan beliau, walaupun pada praktek dan kenyataan di lapangan, saya tidak banyak membantu saya justru lebih banyak mengganggu bapak-bapak yang sedang usung-usung atau berusaha mengajak bicara udang dan mengetahui perasaan mereka sebelum jadi bakwan Dan sayapun melihat bagaimana beliau kesini-kesana karena disamping njaring udang, ternyata masih banyak hal yang diurus.

Selepas itu rombongan kami (btw ada Pak Bos lho) melepas lapar di salah satu rumah makan di daerah yang saya lupa namanya dan langsung bablas ke bandara karena Pak Bos harus mengejar flight. Ternyata di bandara Beliau bukan sekedar mengantarkan Pak Bos, tapi juga bertemu calon rekanan bisnis, pertemuan yang diwarnai dengan es lemon tea seharga 33 ribu rupiah (belum termasuk pajak), dan saya yang hanya tuklak-tukluk karena ternyata di bandara tidak tersedia wifi gratisan.

Hingga akhirnya kami pulang, beliau pun masih membungkus udang dalam kemasan yang kira-kira satu kilogram dan mengantarkannya ke tetangga kanan kiri. Termasuk menitipkan beberapa bungkus untuk saya, Pak Slamet, dan teman-teman di Angkringan17. Saat saya sedang pakai sepatu, beliau menyodorkan lembaran merah yang entah kapan terakhir kali mereka mampir menginap di dompet saya. Saya pun pura-pura menolak (lah lumayan je), dengan alasan bahwa seharian saya tidak membantu apa-apa, tapi dengan kebijaksanaan kelas kakap beliau berkata “Kadang bukan masalah apa yang orang lain lakukan, tapi hanya dengan keberadaan mereka di dekat kita, itu sudah membantu lebih dari cukup”. 

Suatu hal yang luar biasa bagi saya. Meskipun sebenarnya agak bahaya juga kalau dipraktekan begitu adanya akan justru lebih banyak merepotkan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s